Kiat-kiat Melindungi Diri Dari Kejahatan Online. (Bagian 1)

Pada masa sekarang ini, aplikasi online dan media sosial sudah menjadi hal yang sangat umum di masyarakat. Kita menggunakan aplikasi online dan media sosial untuk berbagai macam fungsi, diantaranya adalah :

  1. Menyambung silaturahmi dengan keluarga dan rekan
  2. Untuk saling berbagi informasi atau berita kejadian yang berlangsung di sekitar kita
  3. Sebagai media promosi
  4. Sebagai media untuk melakukan bisnis atau pekerjaan
  5. Untuk kegiatan belajar mengajar
  6. dsb.

Akan tetapi, dengan berbagai macam kemudahan yang diberikan, seringkali juga ada pihak-pihak yang menyalahgunakan media online untuk kejahatan. Telah sering kita dengar banyaknya kejadian penipuan, penculikan, fitnah, pencurian, dan berbagai macam kejahatan lainnya sebagai akibat dari penggunaan media online. Maka dari itu, alangkah baiknya apabila dalam menggunakan media online, kita melakukan cara-cara untuk mengurangi resiko menjadi korban kejahatan digital ini. Beberapa kiat yang dapat kita lakukan adalah :

a. Berhati-hati ketika mengakses media online dengan menggunakan fasilitas internet gratis di tempat umum.

Terkadang kita memanfaatkan fasilitas internet gratis melalui komputer yang disediakan di tempat-tempat umum seperti bandara, stasiun, perpustakaan, dsb. Hal yang patut diwaspadai adalah, apabila anda telah selesai mengakses akun aplikasi online atau media sosial anda di komputer tersebut, pastikan anda telah log out atau keluar dari akun anda. Karena apabila akun anda tetap terbuka di komputer tersebut, maka akun anda bisa diakses oleh orang-orang yang menggunakan komputer tersebut setelah anda. Mereka bebas membuka atau menggunakan akun anda untuk apapun, termasuk kegiatan penipuan.

Salah satu cara agar tetap bisa mengakses media online atau media sosial dengan aman ketika menggunakan fasilitas komputer internet gratis adalah, dengan menggunakan mode private pada peramban atau browser Mozilla firefox atau mode Incognito pada Google Chrome. Pada mode tersebut, Mozilla firefox maupun Google Chrome tidak akan menyimpan riwayat penjelajahan anda di internet serta semua login yang anda lakukan di media online ataupun media sosial otomatis akan terputus koneksinya ketika anda menutup jendela browser atau peramban.

Cara mengaktifkan mode private ataupun mode Incognito pada browser internet adalah sebagai berikut :

i. Mozilla Firefox

Pada jendela awal, klik tombol menu di kanan atas, kemudian klik “Open New Private Window”

1 firefox.png

Maka akan terbuka jendela browse mode private untuk Mozilla Firefox yang ditandai dengan logo kacamata di kanan atas.

2 firefox private.png

ii. Google Chrome

Pada tampilan awal Google Chrome, klik menu di kanan atas, kemudian klik “New Incognito Window”

3 chrome.png

Maka akan terbuka jendela browser mode incognito untuk Google Chrome yang ditandai logo kacamata di pojok kiri atas.

4 chrome incognito.png

dengan menggunakan mode private ataupun mode incognito, kita tidak perlu khawatir data akun kita akan tersimpan di komputer yang kita gunakan. kita juga bisa menggunakan mode private atau mode incognito ini ketika kita menggunakan komputer yang disediakan oleh kantor, sekolah, dsb.

Selain menggunakan fasilitas internet gratis berupa komputer, terkadang kita juga memanfaatkan fasilitas wifi gratis yang disediakan di tempat-tempat umum. Untuk penggunaan fasilitas tersebut, kami sarankan anda hanya menggunakannya untuk mengakses halaman website atau media online yang tidak membutuhkan anda untuk memasukkan akun ataupun password. Karena terkadang fasilitas wifi gratis bisa “ditumpangi” oleh pelaku kejahatan untuk mengumpulkan data login dan password akun anda.

b. Gunakan password yang sulit ditebak

Bagi pemilik akun di media online ataupun media sosial, seringkali tidak ambil pusing dengan pembuatan password. Password yang digunakan biasanya hanyalah password sederhana dengan alasan agar mudah diingat. Padahal, dengan menggunakan password yang sederhana, akun kita akan mudah ditembus oleh para pelaku kejahatan online. Sering kita dengar atau kita baca, bahkan mungkin dari teman atau kerabat dekat kita yang mengatakan bahwa akun mereka telah diretas atau di hack kemudian akun mereka digunakan untuk menyebarkan berita penipuan dengan modus meminta transfer dana dsb.

Sebenarnya, selain memilih password yang sulit ditebak, media online ataupun media sosial banyak yang menyediakan fasilitas verifikasi 2 tingkat dan cadangan keamanan. Sehingga apabila kita mengalami percobaan pembobolan akun oleh hacker internet, maka media online ataupun media sosial tersebut akan mengirimkan email kepada kita yang memberitahu bahwa ada pihak yang mencoba masuk ke dalam akun kita. Sehingga kita bisa melakukan tindakan-tindakan pencegahan berupa mengganti password.

c. Tetapkan batasan penggunaan media online ataupun media sosial

Banyak diantara pengguna media online atau media sosial yang menggunakan akunnya untuk kegiatan pribadi maupun kegiatan bisnis atau pekerjaan. Akibatnya, banyak koneksi di dalam media online maupun media sosialnya yang tercampur. Sehingga, para koneksi untuk bisnis bisa melihat kegiatan pribadinya. Hal ini tidak menjadi masalah apabila seluruh koneksi bisnisnya adalah orang-orang yang dikenal dan bisa dipercaya. Akan tetapi, untuk bisnis skala besar, yang mana sebagian besar koneksi adalah orang-orang yang mungkin tidak dikenal, maka kegiatan pribadi keluarga bisa menjadi sumber informasi untuk melakukan kejahatan.

Oleh karena itu, alangkah bijaknya apabila kita ingin menggunakan media online ataupun media sosial untuk kegiatan bisnis, maka buatlah akun baru yang terpisah dari akun pribadi. Dengan demikian, informasi yang tersebar hanyalah seputar kegiatan bisnis kita. Selain itu, kita akan tampak lebih profesional karena memiliki akun yang dikhususkan untuk kegiatan usaha kita.

d. Berhati-hati ketika melakukan transaksi jual-beli online

Kemudahan fasilitas jual beli secara online, telah menumbuhkan begitu banyak portal atau website-website jual beli online yang baru. Website jual beli online ini telah memberikan fasilitas yang menjamin keamanan dan kenyamanan transaksi jual beli. Tetapi kita juga harus tetap waspada, karena masih ada celah-celah yang dimanfaatkan oleh penipu untuk melakukan tindak kejahatan.

Apabila anda sebagai pembeli, harap selalu menggunakan fasilitas pembayaran yang disediakan oleh website jual beli online. Karena dengan demikian, paling tidak dana anda akan aman disimpan oleh pihak website selaku perantara, hingga produk yang anda beli tiba di lokasi yang anda inginkan. Terkadang cara yang digunakan oleh penipu untuk melakukan tindak penipuan adalah dengan menetapkan harga barang yang jauh lebih murah daripada harga pada umumnya, kemudian ketika anda hendak melakukan transaksi pembelian, mereka akan menghubungi anda secara langsung, dan meminta transaksi dilakukan di luar sistem pembayaran website jual beli online. Mereka akan meminta anda melakukan transfer secara langsung ke rekening mereka, dengan janji barang langsung dikirim, atau stok terbatas, dsb. Ketika anda telah melakukan pembayaran langsung ke rekening mereka, biasanya mereka jadi tidak bisa dihubungi, barang tidak dikirim, dan website jual beli online pun tidak akan melayani keluhan anda karena transaksi pembayaran tidak dilakukan melalui sistem pembayaran yang telah disediakan.

Apabila anda sebagai penjual, terkadang ada penipu yang berpura-pura menjadi pembeli dengan modus mengirimkan bukti pembayaran berupa voucher e-money,  kemudian dengan alasan bahwa anda harus ke ATM untuk mencairkan dana, mereka menggunakan bahasa-bahasa yang menipu kita seolah-olah kita melakukan pencairan dana, padahal sebetulnya yang kita lakukan adalah mentransfer dana ke rekening mereka. Banyak yang mengaitkan penipuan via telepon sebagai gendam, atau ilmu mistis. Padahal sebetulnya, para penipu tersebut menggunakan bahasa-bahasa yang susunan kalimatnya dibolak-balik, sehingga kita jadi mempercayainya. Semisal, kalimat yang sering digunakan ketika kita sudah berada di ATM sambil bertelepon dengan mereka adalah :

Penipu : “Bapak / Ibu, saya transfer ke rekening anda ya, silahkan anda tekan tombol transfer di mesin ATM”

Dari susunan kalimat di atas, penipu memulai dengan pesan bahwa kita akan menerima transfer dana. Padahal kalau kita menekan tombol transfer, sebetulnya yang kita lakukan adalah transaksi mengirimkan uang dari rekening kita ke rekening penipu. Oleh karena itu, sebaiknya kita waspada dengan modus-modus penipuan semacam ini.

*Bersambung ke bagian 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s